Tampilkan postingan dengan label BAHASA INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAHASA INDONESIA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Juli 2014

TUGAS VII BAHASA INDONESIA : Pengaruh Jumlah Uang Beredar terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang.
Perekonomian membahas mengenai uang, dimana uang akan dibedakan antara mata uang dalam peredaran dan uang beredar (Sukirno, 1994: 281). Mata uang dalam peredaran adalah seluruh jumlah uang yang telah dikeluarkan dan diedarkan oleh bank sentral. Mata uang tersebut terdiri dari dua jenis, yaitu uang logam dan uang kertas. Dengan demikian mata uang dalam peredaran sama dengan uang kartal. Uang beredar adalah semua jenis uang yang berada di dalam perekonomian, yaitu jumlah dari mata uang dalam peredaran ditambah dengan uang giral dalam bank-bank umum.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Sofilda dan Sutarno (2007) dalam penelitian berjudul Analisis Pengaruh Jumlah Uang Beredar, Nilai Tukar Rupiah dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Inflasi di Indonesia menyatakan bahwa pada dasarnya, tingkat inflasi Indonesia ini tergolong tinggi. Kebijakan ekonomi makro yang tidak konsisten disinyalir sebagai penyebab sulitnyapengendalian inflasi di Indonesia. Hasil penelitian yang menggunakan npendekatan kointegrasi dan model koreksi kesalahan atau error correctio model (ECM) menyimpulkan bahwa untuk jangka panjang, jumlah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika memperlihatkan pengaruh positif tetapi tidak signifikan. Terdapat perbedaan pengaruh pada periode sebelum krisis (1975-1997) dan periode setelah krisis (1998-2005). Untuk jangka pendek perubahan jumlah uang beredar dan pengeluaran pemerintah memberikan pengaruh yang tidak signifikan. Sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika berpengaruh signifikan. Penelitian ini menghasilkan persamaan jangka panjang dengan hasil yang sama dengan jangka pendek.

Hasil penelitian lainnya menunjukkan bahwa suku bunga SBI dan jumlah uang beredar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Karena penurunan suku bunga SBI dan penurunan suku bunga perbankan akan mendorong pertumbuhan ekonomi karena biaya kredit menjadi murah, konsumsi meningkat, daya beli meningkat dan investasi meningkat. Demikian juga dengan jumlah uang beredar (JUB). Semakin banyak uang yang beredar di masyarakat mengambarkan aktivitas ekonomi berjalan baik karena pendapatan masyarakat meningkat, konsumsi meningkat. investasi dalam negeri juga meningkat serta sektor riil juga semakin bergairah. Pada akhirnya, semuanya itu meningkatkan ­pertumbuhan ekonomi.

DAFTAR PUSTAKA :
Wikipedia.”Uang”. http://id.wikipedia.org/wiki/Uang (Diakses pada tanggal 1 Juli 2014)

Widiastuti, Irene Linda.”PENGARUH JUMLAH UANG BEREDAR TERHADAP INFLASI DI INDONESIA BULAN JANUARI 2001”. http://e-journal.uajy.ac.id/109/
(Diakses pada tanggal 1 Juli 2014).

Senin, 09 Juni 2014

TUGAS VI BAHASA INDONESIA : Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2013 lebh baik dari perkiraan bank sentral. Kondisi tersebut disertai pula dengan strukur yang lebih berimbang.  Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2013 meningkat dari 5,63 persen (year on year/ yoy) pada triwulan III 2013 menjadi 5,72 persen (yoy). Peningkatan tersebut ditopang membaiknya ekspor riil sejalan kenaikan permintaan mitra dagang negara-negara maju. 


Meningkatnya pertumbuhan ekonomi dunia mendorong peningkatan volume perdagangan dunia dan membaiknya perkembangan harga-harga komoditas, termasuk harga komoditas utama ekspor non migas Indonesia. Bank Indonesia akan terus mencermati risiko yang bersumber dari perekonomian global, terutama risiko yang bersumber dari normalisasi kebijakan the Fed dan risiko melambatnya ekonomi China.

DAFTAR PUSTAKA :
Sakina Rakhma Diah Setiawan.”BI: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lebih Baik dari Perkiraan“

Wikipedia. “Pertumbuhan Ekonomi”.
http://id.wikipedia.org/wiki/Pertumbuhan_ekonomi (Diakses pada tanggal 8 Juni 2014).



TUGAS V BAHASA INDONESIA : Meningkatkan Minat Belajar Mahasiswa

Meningkatkan minat belajar sangat penting, salah satunya meningkatkan minat belajar pada mahasiswa. Seseorang harus mempunyai minat belajar karena sangat berpengaruh terhadap hasil belajar. Dalam kegiatan belajar, minat merupakan faktor penting untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Namun, banyak mahasiswa yang mengalami kurang minat belajar terhadap mata kuliah tertentu. Hal ini dapat disebabkan karena kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap mata kuliah tersebut.


Agar kita dapat meningkatkan minat belajar, dibutuhkan dorongan motivasi dalam diri sendiri. Misalnya, seseorang yang termotivasi untuk meraih cita-cita atau impiannya akan lebih meningkatkan minat belajarnya agar tujuan yang diinginkannya tercapai. Selain itu, rasa keingintahuan yang tinggi terhadap suatu bidang studi juga dapat meningkatkan minat belajar mahasiswa. Oleh karena itu, tanpa adanya minat dari mahasiswa, hasil pembelajaran yang diharapkan tidak akan maksimal.

Minggu, 06 April 2014

TUGAS IV BAHASA INDONESIA : HUTAN LINDUNG

Hutan lindung merupakan kawasan yang ditetapkan oleh pemerintah.
     S                        P                     O                                            K            
Hutan lindung berfungsi mengatur tata air.
           S               P                       K
Hutan lindung berfungsi mencegah banjir.
           S                    P              K
Hutan lindung  memiliki banyak kegunaan bagi manusia.
S                            P                O                          K
Hutan lindung perlu dijaga, dipelihara dan dilestarikan.

         S                                                P

Selasa, 01 April 2014

TUGAS III BAHASA INDONESIA : Ibu Saya

1.      Ibu saya bernama Nur Khasanah.
     S              P              O
2.      Beliau lahir di Banyumas, 10 Januari 1972.
    S          P                K
3.      Ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga.
      S            P             O
4.      Beliau mempunyai satu orang anak.
   S                 P               O
5.      Beliau menikah pada usia 19 tahun.
   S              P                K
6.      Ibu saya suka mengikuti pengajian.
        S                P                 O
7.      Ibu saya memasak sangat enak.

    S                   P

TUGAS II BAHASA INDONESIA : Tempat Tinggal Saya

1.  Saya tinggal di Kota Bogor.
S          P             K 
2.  Bogor adalah kota hujan.
 S           P         K
3.  Saya tinggal di Desa Kamurang.
  S         P              K       
4.  Kamurang adalah kawasan bebas banjir.
       S              P            O           K           
5.  Air di Kamurang berwarna jernih.
S          ket                 P           K
6. Saya tinggal bersama kedua orangtua saya.
  S        P                          O
7.  Saya sudah tinggal di Desa Kamurang selama 11 tahun.

S                P                        K  

TUGAS I BAHASA INDONESIA : Diri Saya

1. Nama saya Mila Febriana Megawati.
            S                    P

2. Saya lahir di Bogor.
       S     P       Ket.tempat

3. Saya tinggal di Citeureup.
       S        P         Ket.tempat

4. Saya anak tunggal.
       S         P

5. Saya beragama Islam.
      S         P            O

6. Saya berkuliah di Universitas Gunadarma.
      S          P                Ket.tempat

7. Hobi saya menyanyi.
          S             P

 8. Saya suka menonton sepakbola.
        S              P                   O

9. Saya menyukai boneka rilakkuma.
      S           P                   O

10. Saya suka coklat.
        S      P       O



Senin, 07 Januari 2013

Contoh Kalimat Sinonim, Hiponimi, Homonimi, Polisemi, dan Antonimi


a.  Sinonim yaitu dua buah kata yang mempunyai kemiripan makna.
Contoh : Pakaian dan baju memiliki makna yang sama.
Misalnya :
Salah satu syarat wawancara adalah memakai pakaian yang rapih.
Baju itu terlihat sangat kotor.

b.  Hiponimi menyatakan hubungan makna hierarkies.
 Contoh : Kue meliputi bolu,  nastar, bronis, dsb.
Misalnya :
Kemarin, aku membuat kue bolu, nastar dan bronis bersama ibu.

c.  Homonimi dan Polisemi
Homonimi yaitu bila dua buah makna atau lebih dinyatakan dengan sebuah bentuk yang sama.
Misalnya :
Sebelum melakukan apel pagi, Andi selalu memakan apel.
(Apel yang dimaksud adalah Apel = upacara, Apel = buah).
Polisemi yaitu suatu kata yang mempunyai makna lebih dari satu.
Misalnya :
Ina mempunyai hubungan darah dengan Budi. (Darah = Keluarga)
Tubuhnya berlumuran darah akibat kecelakaan motor yang dialaminya. (Darah = Zat merah dalam tubuh kita)

d.  Antonimi adalah adalah kata yang memiliki arti yang  berlawanan.
Contoh : Pintar – Bodoh
Kakanya lebih pintar dibandingkan dengan adiknya yang bodoh. 


Selasa, 01 Januari 2013

CONTOH FORMAT SURAT UNDANGAN UNTUK REKTOR

Nomor             : 001/Pan-02/FIKOM-UG/2013
Perihal             : Undangan Seminar
Lampiran         : - 

Kepada Yth.                                                                                      
Rektor Universitas Gunadarma
Ibu Prof. Dr. E.S. Margianti, S.E.,M.M
di Tempat

Puji serta syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan YME, yang selalu memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua.

Dalam rangka  akan adanya kunjungan Prof. Dr. Fabric Meriaudeau, Direktur master vibot Erasmus Mundus, dari IUT Le Creusot, wakil direktur Laboratoire Le2i Universite de Bourgogne, Perancis, maka kami selaku panitia pelaksana akan menyelenggarakan seminar yang bertajuk ”Further image processing applications : in the natural sciences and medicine”.

Sehubungan dengan hal tersebut, bersama surat ini kami mengundang Ibu rektor untuk dapat hadir dan berpartisipasi sebagai pembuka acara seminar yang akan kami selenggarakan pada :
Hari/Tanggal   :  Rabu / 09 Januari 2013
Waktu             : 08.30 – 12.00 WIB
Tempat            : Auditorium Gedung 4 Lantai 6, Universitas Gunadarma Depok

Adapun tujuan kami mengadakan kegiatan seminar ini adalah peserta dapat memanfaatkan konsep fisika dan ilmu kedokteran menjadi aplikasi di image processing, mempelajari algoritma image processing didalam model analisis biopsi kanker, serta kontribusi peningkatan penelitian.
Demikian Surat ini disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.

Depok, 01 januari 2013

Hormat kami,


Mila Febriana M
(Ketua Panitia)
                                                                                                         

Tembusan:
Rektor UG (Sebagai laporan)
Kajur. Sistem Informasi, UG (Sebagai laporan)
Arsip  



SUMBER :

Selasa, 06 November 2012

PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR


Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, bahasa Indonesia berstatus sebagai bahasa kerja.
Dari sudut pandang linguistik, bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau (wilayah Kepulauan Riau sekarang) dari abad ke-19. Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaannya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi colonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan “Bahasa Indonesia” diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928 untuk menghindari kesan “imperialisme bahasa” apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan. Proses ini menyebabkan berbedanya bahasa Indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. Hingga saat ini, bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.
Meskipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90% warga Indonesia, bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga Indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di Indonesia sebagai bahasa ibu. Penutur bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan/atau mencampur adukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Meskipun demikian, bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di media massa, sastra, perangkat lunak, surat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, sehingga dapatlah dikatakan bahwa bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.
* Penggunaan Bahasa Indonesia
Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar” dapat diartikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan di samping itu mengikuti kaidah bahasa yang betul. Ungkapan “bahasa Indonesia yang baik dan benar” mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran. Bahasa yang diucapkan bahasa yang baku.
Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama. Penggunaan bahasa seperti ini sering menggunakan bahasa baku. Kendala yang harus dihindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain disebabkan oleh adanya gejala bahasa seperti interferensi, integrasi, campur kode, alih kode dan bahasa gaul yang tanpa disadari sering digunakan dalam komunikasi resmi. Hal ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak baik.
Jika bahasa sudah baku atau standar, baik yang ditetapkan secara resmi lewat surat putusan pejabat pemerintah atau maklumat, maupun yang diterima berdasarkan kesepakatan umum dan yang wujudnya dapat kita saksikan pada praktik pengajaran bahasa kepada khalayak, maka dapat dengan lebih mudah dibuat pembedaan antara bahasa yang benar dengan yang tidak. Pemakaian bahasa yang mengikuti kaidah yang dibakukan atau yang dianggap baku itulah yang merupakan bahasa yang benar. Jika orang masih membedakan pendapat tentang benar tidaknya suatu bentuk bahasa, perbedaan paham itu menandakan tidak atau belum adanya bentuk baku yang mantap. Jika dipandang dari sudut itu, kita mungkin berhadapan dengan bahasa yang semua tatarannya sudah dibakukan; atau yang sebagiannya sudah baku, sedangkan bagian yang lain masih dalam proses pembakuan; ataupun yang semua bagiannya belum atau tidak akan dibakukan. Bahasa Indonesia, agaknya termasuk golongan yang kedua. Kaidah ejaan dan pembentukan istilah kita sudah distandarkan; kaidah pembentukan kata yang sudah tepat dapat dianggap baku, tetapi pelaksanaan patokan itu dalam kehidupan sehari-hari belum mantap.
Di atas sudah diuraikan bahwa orang yang berhadapan dengan sejumlah lingkungan hidup harus memilih salah satu ragam yang cocok dengan situasi itu. Pemanfaatan ragam yang tepat dan serasi menurut golongan penutur dan jenis pemakaian bahasa itulah yang disebut bahasa yang baik atau tepat. Bahasa yang harus mengenai sasarannya tidak selalu perlu beragam baku. Dalam tawar-menawar di pasar, misalnya, pemakaian ragam baku akan menimbulkan kegelian, keheranan, atau kecurigaan. Akan sangat ganjil bila dalam tawar-menawar dengan tukang sayur atau tukang becak kita memakai bahasa baku seperti ini :
(1) Berapakah Ibu mau menjual bayam ini?
(2) Apakah Bang Becak bersedia mengantar saya ke Pasar Tanah Abang dan berapa ongkosnya?
Contoh di atas adalah contoh bahasa Indonesia yang baku dan benar, tetapi tidak baik dan tidak efektif karena tidak cocok dengan situasi pemakaian kalimat-kalimat itu. Untuk situasi seperti di atas akan lebih tepat jika kita memakai bahasa seperti di bawah ini :
(1) Berapa nih, Bu, bayemnya?
(2) Ke Pasar Tanah Abang, Bang. Berapa?
Sebaliknya, kita mungkin berbahasa yang baik, tetapi tidak benar. Frasa seperti “ini hari” merupakan bahasa yang baik sampai tahun 80-an di kalangan para makelar karcis bioskop, tetapi bentuk itu tidak merupakan bahasa yang benar karena letak kedua kata dalam frasa ini terbalik.
Karena itu, anjuran agar kita “berbahasa Indonesia dengan baik dan benar” dapat diartikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan di samping itu mengikuti kaidah bahasa yang betul. Ungkapan “bahasa Indonesia yang baik dan benar” mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran.


SUMBER :

BAHASA SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI

Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia , Bahasa juga merupakan alat ekspresi diri sekaligus pula merupakan alat untuk menunjukkan identitas diri. Melalui bahasa, kita dapat menunjukkan sudut pandang kita, pemahaman kita atas suatu hal, asal usul bangsa dan negara kita, pendidikan kita, bahkan sifat kita. Bahasa menjadi cermin diri kita, baik sebagai bangsa maupun sebagai diri sendiri. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus harus menguasai bahasanya.

Menurut Gorys Keraf (1997 : 1), Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Mungkin ada yang keberatan dengan mengatakan bahwa bahasa bukan satu-satunya alat untuk mengadakan komunikasi. Mereka menunjukkan bahwa dua orang atau pihak yang mengadakan komunikasi dengan mempergunakan cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama. Lukisan-lukisan, asap api, bunyi gendang atau tong-tong dan sebagainya. Tetapi mereka itu harus mengakui pula bahwa bila dibandingkan dengan bahasa, semua alat komunikasi tadi mengandung banyak segi yang lemah.

Pada dasarnya, bahasa memiliki fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang, yakni sebagai alat untuk mengekspresikan diri, sebagai alat untuk berkomunikasi, sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu, dan sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial (Keraf, 1997: 3).

Penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi, memiliki tujuan tertentu yaitu agar kita dipahami oleh orang lain. Jadi dalam hal ini respons pendengar atau lawan komunikan yang menjadi perhatian utama kita.
-       Bahasa sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan alat untuk merumuskan maksud kita.
-       Dengan komunikasi, kita dapat menyampaikan semua yang kita rasakan, pikirkan, dan ketahui kepada orang lain.
-       Dengan komunikasi, kita dapat mempelajari dan mewarisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita dan apa yang telah dicapai oleh orang-orang sejaman kita.
-       Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi melalui lisan (bahsa primer) dan tulisan (bahasa sekunder). Berkomunikasi melalui lisan (dihasilkan oleh alat ucap manusia), yaitu dalam bentuk symbol bunyi, dimana setiap simbol bunyi memiliki cirri khas tersendiri. Suatu simbol  bisa terdengar sama di telinga kita tapi memiliki makna yang sangat jauh berbeda. Misalnya kata ’sarang’ dalam bahasa Korea artinya cinta, sedangkan dalam bahasa  Indonesia artinya kandang atau tempat.
-       Tulisan adalah susunan dari simbol (huruf) yang dirangkai menjadi kata bermakna dan dituliskan. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi.
-       Bahasa sebagai sarana komunikasi mempunyaii fungsi utama  bahasa adalah bahwa komunikasi ialah penyampaian pesan atau makna oleh seseorang kepada orang lain. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa tidak tetap dan selalu berubah seiring perubahan kegaiatan manusia dalam kehidupannya di masyarakat. Perubahan bahasa dapat terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat. Terutama pada penggunaan Fungsi komunikasi pada bahasa asing Sebagai contoh masyarakat Indonesia lebih sering menempel ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”, “Open House” untuk penerimaan tamu di rumah pada saat lebaran. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa.

Bangsa Indonesia memiliki bahasa yang disebut bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi tersebut. Bahasa Indonesia dikenal sebagai bahasa melayu yang dimodifikasi lalu dicampur dengan bahasa-bahasa serapan dari berbagai daerah dan dari bahasa asing yang kemudian dibakukan. Sedangkan bahasa melayu sendiri berakar dari bahasa Austronesia yang muncul sekitar 6.000-10.000 tahun lalu. Bahasa Indonesia diresmikan menjadi bahasa negara dan menjadi bahasa persatuan dari sekian ratus bahasa daerah pada tanggal 28 Oktober 1928.
Sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia mempunyai berbagai fungsi, yaitu sebagai bahasa resmi negara, bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan, alat perhubungan pada tingkat nasional bagi kepentingan menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan, dan alat pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, seni, serta teknologi modern. Fungsi-fungsi ini tentu saja harus dijalankan secara tepat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pembiasaan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar akan menghasilkan buah pemikiran yang baik dan benar pula. Kenyataan bahwa bahasa Indonesia sebagai wujud identitas bahasa Indonesia menjadi sarana komunikasi di dalam masyarakat modern. Bahasa Indonesia bersikap luwes sehingga mampu menjalankan fungsinya sebagai sarana komunikasi masyarakat modern.

SUMBER :


Follow Me

Followers